Emil Salim: Apa Urgensi Ibukota Pindah Berbiaya Rp 466 T?

publicanews - berita politik & hukumEmil Salim (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ekonom dan salah satu arsitek ekonomi Orde Baru Emil Salim mempertanyakan seberapa penting pemindahan Ibukota dari Jakarta ke Kalimantan, seperti yang dirancang Presiden Joko Widodo.

"Apa urgensi pindah ibu kota dgn biaya Rp 466 trilliun ? Bagaimana nasib gedung-gedung DPR, Mahkamah Agung, Gedung Pancasila, Bank Indonesia dan lain-lain?” tulis Emil lewat akun Twitter @emilsalim, Minggu (18/7).

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengharapkan adanya diskusi publik agar semua pihak bisa melihat urgensi pemindahan ibu kota. 

"Presiden Jokowi minta izin DPR pindah ibukota Negara. Sebaiknya DPR buka kesempatan bagi publik umum mempersoalkan,” kata Emil, yang menjabat menteri selama 22 tahun, di awal cuitannya.

Seperti diketahui Presiden Jokowi menyatakan akan memindahkan ibukota. Izin permindahan itu ia sampaikan dalan pidato kenegaraan pada HUT ke-47 RI di Gedung DPR/MPR, Jumat (16/8) lalu.

Jokowi mengatakan, ibukota bukan sekadar simbol identitas bangsa tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Pemindahan itu juga tidak akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo18 Agustus 2019 | 18:09:12

    Ya gak pa pa toh punya pikiran yg baru. Jawa mulu.

  2. de'fara @shahiaFM18 Agustus 2019 | 17:03:03

    Memang untuk melakukan sebuah perubahan banyak yg akan meragukan, akan tetapi demi sebuah pemikiran yg sdh lama, maka saatnya teruslah melangkah dg persiapan yg sdh matang serta untung ruginya yg sdh disimulasikan. Jadi ini adalah sebuah gagasan yg brilian dr seorg presiden kita saat ini.

Back to Top