Pencegahan Korupsi Kurang Disorot karena Datanya Tidak Dipublikasi

publicanews - berita politik & hukumKomisioner KPK Jilid IV seusai mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan di halaman depan Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/8) pagi. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo mengakui selama ini publikasi yang menonjol tentang lembaganya adalah soal penindakan melalui operasi tangkap tangan (OTT). Padahal sisi pencegahan korupsi, seperti diingatkan oleh Presiden Joko Widodo, juga dilakukan.

Agus sependapat dengan Presiden Jokowi bahwa OTT terhadap penyelenggara negara bukan menjadi ukuran pemberantasan korupsi dapat diminimalisir.

"Dari isi pidatonya presiden bukan melupakan penindakan yang keras dalam hukum, tapi dalam waktu yang sama beliau ingin pencegahan yang menghasilkan penyelamatan uang negara itu juga perlu menjadi perhatian," ujar Agus di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/8).

Untuk itu saat serah terima jabatan pada Desember nanti, selain memberikan laporan jumlah penindakan, pimpinan KPK saat ini juga akan memberikan data jumlah pencegahan selama lima tahun.

"Ukurannya mungkin disampaikan lebih jelas supaya Presiden juga melihat pencegahan itu sebetulnya menghasilkan banyak potensi keuangan yang bisa diselamatkan," Agus menambahkan.

Menurut Agus, jumlah pencegahan tidak diketahui karena selama ini komisi antirasuah sendiri tidak membukanya pada publik. "Makanya saya kemarin waktu keluar dari (menghadiri) pidato, coba anak-anak kumpulkan data itu kemudian kita publikasi," Agus menjelaskan.

Dalam pidato kenegaraannya di Gedung DPR kemarin Jokowi menyatakan bahwa ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM juga harus diubah, termasuk kinerja pemberantasan korupsi. Jokowi mengingatkan, keberhasilan penegak hukum bukan hanya jumlah orang yang dipenjarakan tetapi juga diukur potensi pelanggaran yang bisa diselamatkan.

"Berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan. Ini perlu kita garisbawahi. Oleh sebab itu manajemen tata kelola serta sistemlah yang harus dibangun," kata Jokowi. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top