Jokowi Tolak Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla bersiap memimpin Ratas tentang Persiapan Dubai Expo 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/8) siang. (Foto: Setkab.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan penolakannya atas usulan presiden kembali dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Wacana pergantian presiden oleh MPR mengemuka seiring desakan amandemen UUD 1945.

"Lah wong saya dipilih rakyat, kenapa nanti ada presiden yang dipilih MPR?" kata Jokowi di hadapan pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Jokowi mengkhawatirkan bila kembali ke MPR bakal menimbulkan reaksi beragam dari berbagai kalangan sehingga membuat kegaduhan politik baru. Ia menyebut pilpres langsung sudah tepat sehingga tak perlu diubah.

Senada dengan Jokowi, penolakan juga disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wacana itu, kata JK, sangat berisiko karena rakyat belum tentu setuju.

Try Sutrisno Meminta Presiden Kembali Dipilih MPR

Usulan agar MPR kembali memiliki kewenangan memilih presiden dan wakil presiden pernah dikemukakan mantan wakil presiden Try Sutrisno. Ia menyebut pilpres saat ini berbiaya tinggi. Menurutnya, sistem ketatanegaraan pada intinya adalah MPR, DPR, Utusan Daerah, dan Utusan Golongan.

Amandemen yang sudah terjadi empat kali, ia menambahkan, merupakan hal yang keliru dan melenceng dari ide awal. Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mendesak agar amandemen UUD 1945 dikaji ulang dan dikembalikan kepada yang asli. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top