Digugat Kivlan Zen Rp 1 T Soal Pam Swakarsa, Ini Jawaban Wiranto

publicanews - berita politik & hukumMenteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto enggan berkomentar banyak soal gugatan Kivlan Zen di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Ia menegaskan tidak melakukan perbuatan melawan hukum terkait pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (Pam) Swakarsa pada 1998. "Semuanya itu tidak benar," ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Mantan Panglima ABRI itu mengatakan akan menyampaikan bantahan resmi atas gugatan tersebut. "Nanti ada bantahan resmi menyeluruh," ujar Wiranto menutup pembicaraan.

Sebelumnya, kuasa hukum Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun, menyampaikan gugatan atas pembentukan Pam Swakarsa pada 1998 yang diperintahkan oleh Wiranto.

Penugasan itu diterima Kivlan pada 4 November 1998. Saat itu Kivlan diminta mengerahkan massa (Pam Swakarsa) untuk mendukung pelaksanaan Sidang Istimewa MPR November 1998. Kemudian, ada sekitar 30 ribu anggota Pam Swakarsa yang dikerahkan.

Pada 12 November 1998, Kivlan menggerakkan Pam Swakarsa untuk memukul mundur massa unjuk rasa yang berada di Jalan Sudirman, Semanggi. Tragedi kemanusiaan tersebut kemudian dikenal dengan Peristiwa Semanggi I.

"Pak Kivlan dirugikan karena buat Pam Swakarsa dikasih uang Rp 400 juta, padahal butuh Rp 8 miliar," kata Tonin.

Biaya operasional ditutup dari menjual rumah, mobil, dan barang berharga serta utang. "Dari dulu kan sudah ditagih, dari 1998, 1999 bertemu. Nah dia (Kivlan) kan cuma staf waktu itu, jadi susah kalau bertemu," Tonin menjelaskan.

Padahal, katanya, Presiden BJ Habibie telah menyetujui kucuran dana untuk membentuk PAM Swakarsa sebesar Rp 10 miliar. Uang bersumber dari dana non budgeter Badan Urusan Logistik (Bulog).

Tonin mengatakan, kliennya meminta ganti rugi sebesar Rp 1 triliun kepada Wiranto. Gugatan telah didaftarkan di PN Jakarta Timur pada 5 Agustus 2019. Dijadwalkan sidang perdana digelar pada Kamis (15/8) lusa. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top