Gus Sholah Sebut NKRI Bersyariah Tidak Ada

publicanews - berita politik & hukumIjtima Ulama IV di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Senin (4/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Haikal Hassan menegaskan NKRI bersyariah yang diamanatkan Ijtima Ulama IV tak berarti menghilangkan Pancasila dan UUD 1945.

"Jangan jadi mentang-mentang NKRI bersyariah terus Pancasila hilang gitu, ya nggak. UUD '45 ilang? Ya nggaklah. Itu istilah mbok ya kita itu taat pada Allah SWT. Tetep jadi bangsa Indonesia, tapi taat pada syariah Allah SWT, betul?" kata Haikal di Grand Sahid Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (12/8).

Ia pun menjelaskan saat ini NKRI sudah bersyariah. Ia menyebutkan ada beragam hal yang belandaskan syariah. "Apa kamu nggak merasakan, hari ini kita sudah bersyariah. Ada bank syariah, ada pembiayaan syariah, pernikahan juga cara syariah. Itu cuma istilah," ia menekankan.

Sementara itu, di tempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah mengingatkan umat Islam selama ini bisa beribadah tanpa ada istilah NKRI bersyariah.

"NKRI bersyariah itu tidak ada. Dulu sila pertama itu kan dicoret, menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Di UUD juga dulu mengandung kata syariah, sekarang tidak ada," ujar Gus Sholah.

Ia pun menegaskan tidak perlu menggunakan istilah NKRI dengan embel-embel syariah. "Tanpa istilah NKRI bersyariah, jalan kok syariah Islam. Jadi tidak perlu ada istilah itu," katanya menambahkan.

Penolakan NKRI Bersyariah juga disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dalam acara bertajuk 'Pancasila Perekat Kita, Satu Nusa Satu Bangsa' itu.

NKRI bersyariah muncul dalam rekomendasi Ijtima Ulama IV yang berlangsung di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Senin pekan lalu.

Penanggung Jawab Ijtimak Ulama IV Yusuf Muhammad Martak mengatakan hendak mewujudkan NKRI syariah yang berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UU 1945 dengan prinsip ayat suci, di atas ayat konstitusi, agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top