Soal Penumpang Gelap, Demokrat Sebut Dikemudikan Sopir Tembak

publicanews - berita politik & hukumWasekjen Partai Demokrat Andi Arief (Foto: Twitter/@AndiArief_)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mencuit melalui akun Twitternya. Ia seolah menanggapi soal penumpang gelap dalam Pilpres 2019 yang diungkap elite Partai Gerindra.

“Penumpang gelap itu sengaja dibawa sopir tembak dan kernet bengong,”
tulis Andi Arief di akun Twiter pribadinya, @AndiArief_, Senin (12/8). Ia tidak mengurai siapa sopir dan kernet di kendaraan dengan penumpang gelap itu.

Andi kemudian menambahkan, adanya strategi sopir tembak yang berhasil memanfaatkan penumpang. “Strategi sopir tembak dan kernet bengong sukses memanfaatkan para penumpang gelap saat perjalanan Jakarta tapi gagal menapaki Indonesia. Namanya juga gelap, pasti jadi kambing hitam. Tega lu Ndro!” kata Andi Arief.

Namun, mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu kemudian menghilangkan cuitan keduanya. Tidak diketahui alasan Andi yang pernah menyebut 'jenderal kardus' itu menghapus cuitannya beberapa waktu lalu.

Kicauan Andi tampaknya nyambung dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Dasco menyebut penumpang gelap memanfaatkan pencapresan Prabowo dengan tujuan membuat Indonesia kacau.

“Prabowo jenderal perang, Bos. Dia bilang sama kita, ’Kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan nggak terduga.’ Dia (Prabowo) banting setir dan orang-orang itu gigit jari,” kata Dasco dalam rilis survei Cyrus Network, Jumat, pekan lalu.

Mengenai penumpang gelap itu, Dasco membukanya antara lain yaitu pihak yang kecewa pada Prabowo yang menginstruksikan pendukung agar tidak melakukan demonstrasi saat Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Agung. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top