Gerindra Ungkap 'Penumpang Gelap' Pilpres, PKB Desak Diusut

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis (8/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak polisi mengusut pernyataan elite Partai Gerindra soal adanya 'penumpang gelap' di Pilpres 2019. "Ini harus ada penegakan hukum yang baik," kata Wasekjen PKB Daniel Johan saat dihubungi, Minggu (11/8).

Menurut Daniel, info awal yang muncul harus ditindaklanjuti agar tidak sekadar menjadi isu, agar hal-hal yang mengancam keutuhan negara bisa dicegah.

Adanya penumpang gelap diungkap Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Hal yang sama juga diungkap politikus Andre Rosiade.

Menurut Dasco, penumpang gelap memanfaatkan pencapresan sang ketua umum Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra itu, Dasco menambahkan, kemudian mengambil tindakan karena sadar telah dimanfaatkan.

Penumpang gelap itu bertujuan membuat situasi Indonesia kacau. Jika terjadi kekacauan, kata Andre, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disalahkan.

"Orang itu ingin Indonesia chaos. Indonesia ribut. Pak Prabowo sebagai patriot dan negarawan menolak hal itu ," ujar calon anggota terpilih DPR itu.

Namun, keduanya tidak mengungkap pihak atau orang yang disebut penumpang gelap itu. Pengusutan polisi, kata Daniel, akan membuat terang isu itu sehingga tidak membuat saling curiga di tengah masyarakat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. WE_A @WandiAli11 Agustus 2019 | 20:09:36

    Info ino bisa menjadi langkah awal, untuk bisa dicari siapa oknum yg di maksud, biar indonesia damai sentosa.

  2. Anak Gaul @gakasikah11 Agustus 2019 | 18:58:37

    Ayo diusut....masukkan bui. Manusia tak berguna

Back to Top