Gerindra Sudah Sering Ditawari Menteri, Tapi Tidak Mau

publicanews - berita politik & hukumWasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade. (Foto: Antaranews)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, sudah lama partainya ditawari jabatan menteri mulai. Ia menyebut sejak pemerintahan SBY sampai Jokowi.

"Saya ingin jelaskan pada 2009-2014, saat Mega-Pro (Megawati-Prabowo) kalah, Pak SBY menawarkan jabatan menteri kepada Pak Prabowo, tetapi Pak Prabowo enggak menerima," kata Andre dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

Ketika Prabowo Subianto kalah dari Jokowi pada Pilpres 2014, Gerindra juga diberi jatah kursi, tetapi tidak juga diterima. Jokowi bahkan hampir menggandeng Prabowo pada 2018.

"Kalau saja Pak Prabowo mau saja jadi wapres, enggak pakai modal, asal maju, menang," ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra itu.

Sampai sekarang Gerindra belum memutuskan bergabung ke pemerintahan atau menjadi oposisi. Keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Prabowo.

"Kami sudah ambil keputusan melalui rapat Dewan Pembina, yakni menyerahkan keputusan sepenuhnya pada pak Prabowo," Andre menegaskan.

Meski demikian, sebagai bentuk balasan, Prabowo akan mengundang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerindra di Hambalang, Jawa Barat, pada 21 September 2019.

"Tentu tidak menutup kemungkinan kita bisa undang tokoh lain seperti Ibu Mega," Andre menambahkan.

Prabowo hadir dalam Kongres V PDIP di Bali. Megawati menyambut hangat kehadiran Prabowo. Megawati menceritakan, saat pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu di rumahnya, ia hanya menanyakan kesediaan Prabowo untuk menghadiri Kongres.

"Jadi Pak Prabowo ketemu saya heboh kan media, padahal saya cuma tanya, mas nanti mau enggak ke Kongres PDIP? Kalau ndak mau ya enggak apa-apa," kata Megawati dalam sambutan pidatonya di Bali, Kamis (8/8) kemarin. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top