Demokrat Sindir Megawati Minta Jatah Kursi

publicanews - berita politik & hukumKetua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari, usai sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8) siang. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Demokrat menanggapi pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Kongres V PDIP di Bali, Kamis (8/8), yang terang-terangan meminta jatah kursi menteri yang banyak.

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari mengatakan, zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dulu tidak ada partai yang berani minta-minta jatah.

"Pidato Bu Mega silakan aja. Tapi (saat) Pak SBY (memerintah) tidak ada satu partai pun meminta-minta secara terbuka kepada presiden," kata Imelda Sari dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

Imelda mengingatkan bahwa penentuan menteri kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif. Seharusnya aspirasi jatah menteri disampaikan ke presiden terpilih melalui mekanisme yang pantas.

Ogah 4, Megawati Siapkan 10 Kandidat Menteri

Ketika SBY menjabat 2009 lalu, dibentuk sekretariat gabungan (Setgab) yang menampung permintaan dan masukan partai, terutama mengenai platform dan jatah menteri.

"Penentuan menteri itu disampaikan pada presiden terpilih dan dibahas secara tertutup," ujar Imelda. 'Fenomena' parpol berebut jatah menteri, ia menambahkan, tidak pernah terjadi selama 10 tahun terakhir.

Oleh karena itu, ia menilai wajar pidato politik Mega tersebut mengundang kontroversi dan menyita perhatian masyarakat.

"Dalam 10 tahun (pemerintahan SBY) itu, setahu saya, tidak pernah ada partai koalisi meminta secara terbuka kepada seorang presiden terpilih," ia menandaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo10 Agustus 2019 | 18:10:22

    Betul juga ya....gak elok yo?

Back to Top