Doa Rizieq Syihab untuk Mbah Moen Dianggap Langgar Tradisi NU

publicanews - berita politik & hukumUmat muslim mengangkat jenazah KH Maimun Zubair (Mbah Moen) seusai dimandikan di Masjid Muhajirin Khalidiyah, Mekkah, Selasa (6/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politik aliran menjadi masalah dalam pemakaman KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Al Ma'la, Mekkah, Arab Saudi, kemarin. Duta besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyesalkan tatacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab saat membacakan doa karena melanggar tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

"Saya apresiasi siapa pun doakan guru saya. Tapi ya mbok pakai tata krama," ujar Agus, Kamis (8/8).

Ia menyebutkan Rizieq masuk dalam kerumunanan jemaah yang mengantar pemakaman ulama besar Mbah Moen, siang kemarin. "Selanjutnya tanpa aba-aba, Habib MRS (Muhammad Rizieq Syihab) membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah," ujar Agus.

Agus menyesalkan Habib Rizieq yang membacakan talkin di pemakaman Mbah Moen. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak etis. Ia tidak mempersoalkan doa tetapi ada budaya NU yang tetap harus dipegang dan dihormati.

"Sebenarnya ini sangat tidak etis dan terlalu berani, dan su'ul adab (tak etis) apalagi talqin-nya model reguler," ujar Agus.

Dalam tradisi NU, katanya, ada budaya ewuh-pekewuh. Biasanya yang senior yang memimpin doa didampingi kiai-kiai muda. Rizieq, menurut Agus, membacakan doa tanpa seizin tuan rumah atau shahibul bait.

"Ini tak etis dan tidak dikenal dalam tradisi pesantren," ujar Agus yang bertindak sebagai shahibul bait dalam prosesi pemakaman Mbah Moen.

Sementara itu, pengurus DPP FPI Slamet Ma'arif membantah Rizieq menyerobot dalam doa untuk Mbah Moen.Menurutnya, saat dimakamkan di Al Ma'la Habib Hanif Alathos memimpin talkin mayyit fil qobr (doa penguburan) yang dilanjutkan Rizieq. Hanif adalah menantu Rizieq.

"Habib Rizieq pimpin doa dan mengajak jemaah bersaksi bahwa Mbah Moen min ahlil khair (orang baik)," ujar Slamet, pagi tadi.

Slamet menambahkan, saat Rizieq membacakan doa disaksikan langsung Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Dubes Agus Maftuh. "Semua lengkap videonya, tapi orang-orang liberal mau melintir-melintir dan tak terima. Kasihan kalau kebencian sudah mendarah daging," Slamet menegaskan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top