Tim Teknis Kasus Novel Awali Kerja dengan Menyantap Gudeg

publicanews - berita politik & hukumIdham Azis, saat masih Kapolda Metro Jaya, menunjukkan sketsa salah satu penyerang Novel Baswedan, dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, 24 November 2017. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Teknis Kasus Novel Baswedan mengawali kerja pada Selasa (6/8) siang ini. Rapat tertutup dilakukan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Idham Azis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya yang ikut hadir tidak bersedia menjelaskan materi rapat tim beranggotan 90 personel itu. Ia membenarkan rapat pertama dimulainya tugas dilakukan hari ini.

"Tadi buka makan siang dulu, lauknya gudeg," ujar Argo. Seluruh keterangan, ia menambahkan, akan disampaikan oleh Mabes Polri.

Penanggung jawab Tim Teknis adalah Idham, sedangkan Ketua Tim diemban Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Nico Afinta. Tim akan bekerja 6 bulan, meskipun Presiden Joko Widodo meminta tim teknis mampu mengungkap kasus penyiraman air keras penyidik senior KPK terhadap Novel selama 3 bulan.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak Presiden Joko Widodo mengambil alih kasus yang sudah mangkrak lebih dari dua tahun itu. Menurutnya, kasus ini hanya bisa diselesaikan jika melibatkan tokoh-tokoh independen dan masyarakat sipil antikorupsi.

"Sebaiknya Presiden membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGPF)," kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhamadiyah Manager Nasution di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, siang tadi.

Manager menegaskan, penyerangan terhadap Novel bukan kriminal biasa, melainkan upaya melumpuhkan KPK. Ia menyebut teror itu sebagai kejahatan luar biasa untuk menghentikan agenda pemberantasan korupsi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top