Obituari

Dimakamkan di Mekkah, Mbah Moen Berpulang Saat Memenuhi Panggilan-Nya

publicanews - berita politik & hukum KH Maimun Zubair atau Mabh Moen. (foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Labbaik allahumma labbaik... KH Maimun Zubair atau Mbah Moen (91) wafat menjelang shalat Subuh di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/8). Sosok kharismatik pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tengah menjalankan ibadah haji.

Berdasar pengumuman masjid di Kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, disebutkan jenazah almarhum akan dimakamkan di Mekkah. "Insya Allah dimakamkam di ma'la (tempat pemakaman Mekkah) setelah Dhuhur," kata Pengurus Ponpes Al Anwar Muhammad Jibril Suud.

Para santri tanpa henti sejak pagi melantunkan Surat Yasin di pondok pesantren yang ia dirikan pada 1965 itu. Tanpa terkecuali, para pelayat ikut menderaskan zikir. Hingga siang ini para ulama dan pelayat terus berdatangan.

Ucapan duka mendalam mengalir dari banyak tokoh. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, misalnya, mengucapkan rasa dukanya dengan mengunggah foto saat ia bersama Mbah Moen. "Terima Kasih Mbah Moen atas segala doa dan nasehatnya selama ini kepada saya khususnya dan kami pada umumnya," tulis mantan Walikota Bandung itu.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, ia sempat bertemu Mbah Moen di Mekkah pada Minggu (4/8). Ia mencium tangan tokoh ulama Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Ustad berjuta umat Abdul Somad juga menyampaikan rasa duka mendalamnya. Ia mengunggah foto bersama Mbah Moen pada Februari lalu, di akun Instagramnya. "Orang terbaik, di tempat terbaik, di saat terbaik," tulis Abdul Somad.

Ketika hendak bertolak menunaikan ibadah haji, Mbah Moen yang sangat dikenal dalam ilmu fiqh dan ushul fiqh ini sempat menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta. Saat itu, Mbah Moen pamitan.

Mbah Moen yang merupakan ayah dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin ini dikenal sangat sederhana. Aipda Wuri Sutrisno, polisi pengemudi mobil patwal, menceritakan meskipun disediakan mobil Alphard, Mbah Moen malah milih naik mobil patroli bersamanya.

"Mbah Maimoen selama perjalanan sering mengingatkan untuk berhenti tiap kali lampu pengatur lalu lintas berwarna merah," kata Wuri mengenang.

Perjalanan haji Mbah Moen tahun ini mendapat pengawalan khusus dari pemerintah Arab Saudi. Berdasar video yang diunggah @FaGtng, Mbah Moen juga berkesempatan mencium Hajar Aswad. "Mbah Moen tidak ngaku-ngaku saya cucu Nabi. Mbah Moen tidak minta diagung-agungkan. Tapi, lihatlah perlakuan hormat dan takzim Pemerintah Arab Saudi pada beliau. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi Mbah Moen. Aamiiin ya Allah," tulis @FaGtng pada Rabu (31/7) lalu.

Mbah Moen lahir pada 28 Oktober 1928, di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Ia putra dari Kiai Zubair, seorang alim dan faqih yang merupakan murid dari Syaikh SaĆ­d al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Labbaik allahumma labbaik... seruan memenuhi panggilan berhaji itu bagi Mbah Moen seolah menjadi seruan untuk kembali pada sang Khalik. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo07 Agustus 2019 | 08:03:05

    Sugeng tindak mbah

Back to Top