Susunan Kabinet Jokowi versi Megawati Soekarnoputri

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - PKB berharap menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo mendatang tidak sekadar pencitraan, tetapi yang mampu bekerja secara riil. Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengaskan, menteri yang dipilih harus mampu mengaktualisaikan pencitraan.

"Apakah rencana-rencana yang disampaikan lewat 'pencitraan' di sosial media itu betul-betul ada outcame dan output-nya, itu disebut harus mampu dieksekusi secara baik," kata Karding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/7).

Sementara itu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengharapkan masuknya menteri dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam kabinet jilid 2 mendatang.

“Ibu Megawati ingin Menteri Perdagangan dari Muhammadiyah,” ujar Hasto dalam diskusi dengan para pemimpin media massa di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis malam kemarin. Alasannya, Muhammadiyah yang berdiri pada 1912 tak lepas dari Saraket Islam yang mulanya organisasi dagang.

Sedangkan dari NU, Mega mengharapkan bisa menduduki posisi menteri Sosial. “Karena setiap hari NU bersentuhan dengan kalangan miskin,” ujar Hasto.

Dalam kabinet mendatang, PDIP juga mengaharapkan tetap dipertahankan adanya posisi empat menteri koordinator. Diusulkan pula adanya beberapa penggabungan kementerian. Hasto mencontohkan Kementerian Pemuda dan Olahraga disatukan dengan kementerian lain.

Meski mempunyai usulan, kata Hasto, Megawati tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top