Jokowi Bungkam Saat Ditanya Grasi Terpidana Sodomi Neil Batleman

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana menggores batik menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-74, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (1/8) pagi. (Foto: Setkab.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo, Kamis (1/8) pagi, menghadiri acara Batik Kemerdekaan di Beranda Peron A Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Usai acara, presiden terpilih 2019-224 itu menanggapi banyak hal yang ditanyakan wartawan.

Ia berbicara panjang mengenai mobil listrik dan polusi di Ibukota Jakarta. Namun, jawaban Jokowi menjadi makin pendek ketika merespon soal Tim Teknis Polri yang mulai bekerja memburu pelaku penyerang Novel Baswedan.

Bahkan, Jokowi tidak memberi jawaban sama sekali ketika ditanyakan mengenai pemberian grasi kepada predator anak warga Kanada Neil Batleman. Eks guru Jakarta International School (JIS) itu sudah tenteram menghirup udara bebas di kampungnya.

Soal pembebasan Batleman, Istana belum pernah memberi keterangan detail. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pernah menyinggung pendek bahwa pemberian grasi semata-mata pertimbangan kemanusian.

LPSK Kecewa Jokowi Beri Grasi Guru Sodomi Neil Bantleman

Batleman tercatat keluar dari Lapas Cipinang pada 21 Juni 2019 lalu setelah mengantungi grasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13/G tahun 2019 tanggal 19 juni 2019. Jokowi menyunat pidana 11 tahun menjadi 5 tahun 1 bulan dan denda Rp 100 juta.

Pembebasan Batleman mengundang keprihatinan. Setidaknya hal itu disuarakan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti. Ia menyebut grasi telah menjadi preseden buruk di tengah jumlah kekerasan seksual terhadap anak yang cenderung meningkat.

Retno sudah menyurati Kemenkum HAM meminta penjelasan. Pengacara keluarga korban Tommy Sihotang juga melayangkan surat kepada presiden. Tommy menyebut korban sampai sekarang masih menjalani perawatan psikiater. Namun, surat-surat tersebut belum berbalas. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top