Edhy Prabowo, Sandiaga Uno, dan Fadli Zon Masuk Bursa Kabinet Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Restoran Sate Khas Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan belum tahu pasti rencana masuknya elite Partai Gerindra di Kabinet Jokowi jilid 2 mendatang. Ia menegaskan, jatah menteri merupakan hak prerogratif presiden terpilih.

"PPP tidak khawatir kalau ada yang bergabung ke dalam koalisi pemerintahan, terus jatah portofolio di kabinet akan berkurang,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/7).

Meski mengaku tak resah, anggota Komisi III DPR ini berharap bergabungnya partai besutan Prabowo Subianto itu sebaiknya disetujui Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Kabar bergabungnya Gerindra, peraih suara terbanyak kedua dalam pemilu 2019 --setelah PDIP, semakin menguat. Bahkan, disebutkan, tiga nama muncul dalam pembicaraan Prabowo dengan Jokowi saat bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7) 2019 lalu.

Ketiganya yaitu Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo dan Fadli Zon, serta mantan cawapres Sandiaga Uno. Nama Edhy bahkan disebut secara khusus oleh Jokowi yang membuat heran Prabowo Subianto.

"Ed, Ed, kamu ini ada kongkalikong apa? Masa nama kamu disebut Pak Jokowi," kata Prabowo kepada Ketua Komisi IV DPR itu, seperti dikutip sumber beberapa waktu lalu.

Edhy yang merupakan kolega dekat Prabowo itu diajak bergabung saat pertemuan dengan Jokowi di Restoran Sate Khas Senayan, di Mal FX Sudirman ataupun saat bertandang ke rumah Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Kabarnya, Edhy digadang Jokowi untuk menjadi Menteri Pertanian. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top