Teken Amnesti, Jokowi Belum Jadwalkan Bertemu Baiq Nuril

publicanews - berita politik & hukumBaiq Nuril Maknun (tengah) menyaksikan rapat kerja Komisi III DPR dengan Menkumham di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meneken keputusan amnesti bagi Baiq Nuril Maknun hari ini. Mensesneg Pratikno di kantornya, Senin (29/7), memastikan eks tenaga honorer di SMAN 7 Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapatkan pengampunan tersebut.

"Insya Allah hari ini sudah ditandatangani beliau. Kita tunggu saja," kata mantan Rektor UGM itu.

Pratikno menambahkan, pertimbangan persetujuan DPR telah diterima Istana. Kemudian diajukan ke Presiden Jokowi. "Kan weekend kami baru ajukan (ke Jokowi)," ujarnya.

Meski demikian, Jokowi belum membuat jadwal bertemu dengan Baiq Nuril. Pemberian amnesti tersebut, kata Pratikno, merupakan bukti Jokowi mendengarkan suara masyarakat.

"Pak Presiden kan sangat concern terhadap ini. Bukan semata-mata tekstual hukum, namun rasanya itu ya. Rasa keadilan masyarakat yang harus kita hargai. Keadilan substantif," mantan Rektor UGM itu menjelaskan.

Amnesti Tidak Hilangkan Fakta Bersalah, Ombudsman Dalami Potensi Maladministrasi Kasus Nuril

DPR secara aklamasi mengabulkan pemberian amnesti pada Kamis (25/7) pekan lalu. Persetujuan DPR ini disambut haru oleh ibu tiga anak tersebut. "Terima kasih kepada Bapak Presiden, terima kasih kepada anggota DPR RI," kata Nuril dalam tangis.

Nuril menjadi terpidana kasus perekeman percakapan telepon dengan atasannya H Muslim yang saat itu menjabat kepala sekolah. Pembicaraan yang berkonten asusila itu kemudian tersebar dan digugat Muslim di pengadilan.

Polisi sempat menahan Nuril, ia baru bebas ketika kasusnya sudah masuk meja hijau. Meski Pengadilan Negeri Mataram membebaskan Nuril, tetapi kasasi jaksa penuntut umum dikabulkan Mahkamah Agung (MA). Upaya peninjauan kembali oleh kuasa hukum Baiq Nuril dimentahkan MA.

MA menguatkan hukuman 6 bulan dan denda 500 juta subsider kurungan 3 bulan kepada Baiq Nuril. Ia disebutkan melanggar undang-undangn ITE. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top