Restui Internasionalisasi Kasus Novel, Masinton Sebut KPK Tak Punya Etika

publicanews - berita politik & hukumMasinton Pasaribu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus PDIP Masinton Pasaribu menyesalkan tindakan KPK yang merestui LSM Amnesty International membawa persoalan internal KPK ke forum dunia. Ia mengingatkan bahwa KPK adalah lembaga yang dibentuk oleh negara dan dibiayai negara.

Menurut anggota Komisi III DPR itu, tidaklah etis jika kemudian kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan dibawa ke forum internasional.

"Ini dapat membuat citra buruk Indonesia di mata dunia. KPK harus mengerti etika ketatanegaraan," kata Masinton kepada Publicanews, Sabtu (27/7). "Saya dengar pimpinannya merestui, maka pimpinan KPK harus mengklarifikasi informasi ini," ia menambahkan.

Atas tindakan pimpinan KPK itu, ia meminta anggaran operasional KPK dibekukan sementara oleh negara. "Ini (tindakan KPK) jadi preseden buruk jika dibiarkan," Masinton menegaskan.

Amnesty Internasional membawa kasus penyerangan Novel ke forum internasional karena belum terungkapnya pelaku penyerangan Novel yang sudah berjalan dua tahun. Masinton menambahkan, kasus ini rumit dan membutuhkan proses hukum yang panjang.

"Bukan seperti makan cabe. Proses projustisia ini bukan justifikasi untuk menyalahkan siapapun, tapi untuk keadilan itu sendiri," ia menandaskan.

Soal dugaan pejabat tinggi kepolisian bintang tiga yang disebut-sebut terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Novel, Masinton mengatakan DPR menunggu kerja Tim Teknis yang dibentuk Bareskrim Polri.

DPR, ujar Masinton, tidak akan intervensi soal dugaan keterlibatan jenderal polisi. "Kami pantau pelaksaan tugas-tugas tim teknis. Semoga sesuai target," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top