Praperadilan

Batal Targetkan Wiranto, Kivlan Zen Perintahkan Eksekusi Kepala BIN

publicanews - berita politik & hukumKivlan Zen dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, 30 Mei 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sidang lanjutan praperadilan kepemilikan senjata api ilegal, Rabu (24/7), akan menghadirkan sejumlah saksi dari pemohon Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. Gugatan praperadilan dilayangakn mantan Kepala Staf Kostrad itu terhadap Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum Kivlan, Pitra Romadoni, mengatakan akan membeberkan proses penangkapan hingga penahanan kliennya yang dinilai tidak sesuai prosedur. "Bila hakim sependapat, kami berharap hakim memutus dengan keadilan kalau bisa Kivlan Zen ini dibebaskan dari segala tuntutan," ujar Pitra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kemarin, tergugat menyampaikan jawaban yang berisi kronologi keterlibatan Kivlan dalam rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Disebutkan Kivlan dan dua tersangka eksekutor Iwan Kurniawan dan Udin bertemu di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada 12 April 2019, pukul 20.00 WIB.

Dalam dokumen jawaban itu, Kivlan disebutkan mengubah target operasi dari Menko Polhukam Wiranto dan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menjadi Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dan Komjen Pol (Purn) Gories Mere. Kivlan memerintahkan ekskusi dilakukan keesokan harinya karena sudah mepet dengan Pemilu 2019.

Kemudian, Iwan dan Udin berjaga di sekitar Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 13 April 2019. Mereka melihat Gories, mantan Kepala BNN, melintas keluar dari penjagaan Mabes Polri. Gories duduk di kursi belakang, sempat membuka kaca.

Keduanya membuntuti menggunakan mobil Terios putih hingga di UKI, Jakarta Timur. Tapi, mereka kehilangan jejak. Akhirnya Iwan dan Udin kembali ke Cibinong dan memblokir semua nomor kontak Kivlan.

Pada hari yang sama, Iwan mendapat kabar rumahnya didatangi petugas kepolisian. Iwan dan Udin kemudian kabur ke Sukabumi, Jawa Barat, hingga ditangkap penyidik Polda Metro Jaya.

Mengenai alasan Kivlan menargetkan mantan Wakapolri tersebut karena ia telah lebih dulu dijadikan target operasi oleh Budi Gunawan. Sedangkan Gories dianggap akan mengkasuskan dirinya dalam dugaan makar.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono yang dikonfirmasi mengenai dokumen jawaban tersebut menjanjikan akan mengecek ke bidang hukum (Bidkum) Polda Metro Jaya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top