Jokowi Unggah Wayang, PDIP Singgung Sosok Sengkuni

publicanews - berita politik & hukumSekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menunjukkan tokoh wayang Yudistira dalam acara Gebyar Wayang Kulit di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (20/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengunggah wayang di akun Twitter @jokowi disertai pesan meski zaman sudah semakin maju, tapi tetap harus mengingat pesan-pesan bijak dan agung para leluhur.

"Lamun sira sekti, aja mateni," ujar Jokowi, Sabtu (20/7). Artinya, 'meskipun kamu kuat jangan menjatuhkan'.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud dari gambar wayang tersebut. "Itu artinya mengandung pesan-pesan kemanusiaan dari Presiden Jokowi. Bagaimana pun juga kekuasaan tidak boleh dipakai untuk menindas," kata Hasto di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) malam.

Hasto menambahkan, bangsa Indonesia beruntung memiliki Jokowi yang mempunyai semangat perikemanusiaan. "Semangat turun ke bawah bersama rakyat, hatinya terbuka terhadap penderitaan rakyat sehingga mengalirlah kebijakan-kebijakan yang membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan sebagaimana menjadi spirit dari Bung Karno dan dijalankan oleh Bu Mega," ia menjelaskan.

Ia kemudian menunjuk sosok Yudistira dalam pewayangan sebagai pribadi yang jujur, tidak pernah berbuat cela, yang memiliki standar etika moral tertinggi.

"Darahnya putih, seorang ksatria yang benar-benar dikawal oleh punakawan itu, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong," Hasto menguraikan.

Adapun Sengkuni, sosok yang berkebalikan dengan Yudistira

"Kita juga bisa melihat ada sosok yang selalu mengacaukan dengan strategi-strategi licik, memecah belah, ahli hoaks itu seperti Sengkuni," kata Hasto, tanpa menyebut nama. Pernyataan ini disusul gelak tawa dan tepuk tangan penonton wayang yang digelar PDIP semalam.

Wayang kulit tasyakuran kemenangan Jokowi ini dibelar di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) malam.

Lakon Aji Narontoko yang dibawakan tiga dalang dari Solo dan Yogyakarta menceritakan aji atau kesaktian yang dimiliki Gatotkaca sebagai kesatria yang dikawal oleh para punakawan dan mampu menjalankan tugasnya di dalam membela negara.

Lakon dibawakan oleh dalang Ki Warseno Slenk, Ki Sri Susilo Tengkleng dan Ki Suwondo. Turut hadir dalam acara ini Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top