Konflik Internal Partai

Senior Golkar Pertanyakan Manuver Airlangga Mengganti Pengurus

publicanews - berita politik & hukumPolitisi Golkar Lawrence Siburian usai diskusi politik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7). (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus Partai Golkar Lawrence Siburian menilai manuver Ketua Umum Airlangga Hartarto menjelang musyawarah nasional (munas) semakin berbahaya bagi partai.

Menurutnya, munas bisa diselenggarakan setelah ada rapat pimpinan nasional (rapimnas) atau pleno, tidak harus menunggu Desember nanti. Namun, ia menambahkan, sejauh ini belum ada tanda-tanda rapat tersebut akan digelar.

"Apa alasannya? Kita tidak tahu persis. Ini kan lebih bahaya lagi," kata Lawrence dalam diskusi politik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).

Ia tidak menampik Golkar kini terpecah dua kelompok. Kubu pertama menginginkan munas dilaksanakan sebelum Oktober atau sebelum pengumuman kabinet. Kelompok kedua yang menginginkan setelah itu, yaitu Desember.

Lawrence mengatakan, perombakan pengurus Golkar sudah diajukan ke Kemenkumham lewat surat, sementara rapat pleno dan munas belum dilaksanakan.

"Apa urgensinya perubahan ini karena munasnya sudah tinggal dua bulan lagi. Apa urgensinya mengganti kepengurusan? Ini akan menimbulkan persoalan," ia menegaskan.

Oleh karena itu, pria yang sudah 43 tahun di partai beringin itu meminta seluruh kader kembali pada AD/ART. Sebagian mereka menginginkan munas dilakukan sebelum Oktober alasannya pemilu telah selesai dan perlu segera ada forum evaluasi.

"Kenapa bisa turun suaranya. Apakah salah memilih pemimpinnya atau salah me-manage," Lawrence menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top