Cabut Laporan, Menkumham Sebut Walkot Arief Salah Persepsi

publicanews - berita politik & hukumMenteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Perseteruan Kementerian hukum dan hak asasi manusia (Kemenkumham) dengan Pemkot Tangerang Kota berakhir dengan saling mencabut laporan. Penyelesaian persoalan pemanfaatan lahan itu dilakukan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis kemarin.

"Jadi sebetulnya ini perbedaan pendapat antara abang dan adik saja. Jadi, sudah selesaikan," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (19/7).

Yasonna menambahkan, sebenarnya sudah ada kesepakatan pada 22 November 2018 lalu. Persoalan yang terjadi, katanya, hanyalah urusan teknis. "Jadi kadang-kadang adik ini salah persepsi, jadi kita koreksi," ujar politikus PDIP itu.

Adik yang dimaksud Yasonna adalah Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Sebelumnya, kedua pihak saling lapor ke Mapolres Tangerang. Pada laporannya, Arief mempersoalkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk Kampus Politeknik Hukum yang diresmikan Yasonna pekan lalu. Sebaliknya, Kemenkumham melaporkan Arief karena adanya dugaan penyalahgunaan lahan Kemenkumham di Kota Tangerang.

Mediasi dilakukan oleh Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo yang dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim, Arief, dan Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto. Disepakati dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam itu untuk saling mencabut laporan di polisi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top