Perseteruan Kemenkum HAM vs Pemkot Tangerang Seret MUI

publicanews - berita politik & hukumWalikota Tangerang Arief Wismansyah. (Foto: Humas Pemkot Tangerang)
PUBLICANEWS, Tangerang - Perseteruan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengaan Pemkot Tangerang makin memanas. Terbaru, sejumlah massa melakukan aksi demo mendukung Walikota Arief Wismansyah yang dipanggil Menteri Dalam Negeri.

Ratusan massa sepanjang Kamis (18/7) siang melakukan aksi dukungan di halaman kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Banten. Arief ikut memberikan orasi dari atas mobil komando. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta aksi. "Saya bersyukur masih banyak yang perduli," ujar Arief.

Dalam perseteruan itu, MUI Kota Tangerang dibawa-bawa lantaran gedung yang bersebelahan dengan Masjid Raya Kota Tangerang itu berdiri di atas lahan Kemenkumham.

Dalam orasinya, Arief mengatakan akan mempertahankan Gedung MUI Kota Tangerang yang pembangunannya ikut dipersoalkan Kemenkumham. "Gedung MUI merupakan tempat para ulama kita, dalam hal ini mereka pasti bijak memberikan kepentingan umat," ujar walikota dua periode, yang sejak awal didukung Partai Demokrat dan pada periode kedua didukung seluruh partai termasuk PDIP, itu.

Perseteruan Kemenkumham dan Pemkot Tangerang mulai mengemuka saat Menkumham Yasonna H Laoly meresmikan Kampus Politeknik Hukum beberapa hari lalu. Politikus PDIP itu menyindir Arief kurang ramah padanya.

Publik kemudian dikagetkan dengan pelaporan Kemenkumham ke polisi. Arief dilaporkan karena diduga melakukan pelanggaran hukum atas penguasaan lahan Kemenkumham di Kota Tangerang.

Sebaliknya kubu Yasonna dilaporkan karena mendirikan bangunan tanpa izin. Lokasi kampus milik Kemenkumham itu peruntukkannya sebagai wilayah pertanian.

Sementara, Mendagri yang memangil Arief, Kams ini, menyayangkan tindakan sepihak Arief yang memutus aliran air dan listrik di kantor milik Kemenkumham di Tangerang. Pencabutan itu akan mengganggu pelayanan publik.
(feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top