Tim Pakar Polri Dinilai Gagal, Malah Sudutkan Novel Sebagai Korban

publicanews - berita politik & hukumWadah Pegawai PK dan Koalisi Masyarakat Sipil dalam keterangan pers menanggapi hasil kerja tim pencari fakta Polri dalam kasus Novel Baswedan, di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/7) sore. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wadah Pegawai (WP) KPK kecewa dengan hasil kerja tim satuan tugas yang dibentuk Kapolri Tito Karnavian dalam menguak kasus teror terhadap Novel Baswedan. Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap menilai, alih-alih menemukan pelaku, tim para pakar tersebut malah memojokkan Novel sebagai korban.

Yudi mengatakan, hasil tim 65 orang itu malah membangun ketidakpercayaan atau distrust terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Temuan dari tim pencari fakta, menurut kami, benar-benar memojokkan korban. Benar-benar membuat terjadinya distrust terhadap upaya-upaya kita untuk memberantas korupsi," ujar Yudi Purnomo dalam keterangan pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil di pelataran depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/7).

Selama enam bulan bekerja, ia menambahkan, tim yang beranggotakan pegiat HAM, akademisi, dan pakar itu gagal mengungkap pelaku teror terhadap penyidik senior KPK tersebut, baik pelaku lapangan maupun aktor intelektualnya.

Menurutnya, tim tersebut bukannya mengungkap pelaku, malah sengaja mengembangkan motif terjadinya teror. Yudi menyebut motif-motif tersebut sebagai tidak masuk akal.

"Bagaimana mungkin motif-motif ditemukan oleh tim pemcari fakta, tetapi pelakunya tidak didapatkan. Seharusnya jika pelakunya ketangkap maka motifnya ketangkap," ujar Yudi.

Kekecewaan senada diungkapkan oleh anggota Tim Advokat Novel, Arief Maulana. Ia menilai Tim Pakar telah gagal menjalankan rekomendasi Komnas HAM dan malah menyudutkan Novel.

"Yang menyedihkan lagi, hari ini kita justru melihat ada statemen yang justru menyudutkan korban tindak pidana. Novel disebut menyalahgunakan wewenang. Atas dasar apa tim gabungan menyatakan hal tersebut," kata Arief.

Menurut peneliti dan pengacara publik LBH Jakarta ini, kegagalan pengungkapan kasus Novel ini bukan hanya kegagalan Tim Pakar, melainkan Polri secara institusi. Hal ini lantaran tim tersebut dibentuk dan bertanggung jawab pada Kapolri. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top