Polri Bentuk Tim Teknis Pelacak 3 Terduga Penyerang Novel Baswedan

publicanews - berita politik & hukumKadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menerima laporan TPF Novel Baswedan seusai jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7) sore. (Foto: Liputan6)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menyikapi hasil temuan tim pakar Polri untuk kasus Novel Baswedan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan membentuk tim teknis untuk melacak tiga terduga pelaku penyerangan. Tim ini bakal dipimpin Kabareskrim Komjen Idham Aziz.

"Tim ini akan bekerja sangat profesional," kata Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal dalam jumpa pers penyampaian hasil tim pakar Polri, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7) sore.

Tim teknis ini juga melibatkan personel dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Iqbal mengatakan, hal ini sekaligus menunjukkan betapa seriusnya kesulitan untuk mengungkap peristiwa teror penyiraman air keras kepada Novel pada 10 April 2017 tersebut.


Iqbal menjelaskan, kasus Novel ini minim alat bukti. Tim Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya selama ini telah memeriksa 74 saksi dan mewawancarai 40 orang. Kemudian memeriksa 38 CCTV. "Bahkan melibatkan kepolisian negara luar, melibatkan tim internal asistensi dari KPK," ia menambahkan.

Ia mengingatkan agar tidak ada yang mencoba menggiring kasus ini dengan melempar asumsi atau opini yang tidak berdasar.

Tentang tiga orang tak dikenal yang dicurigai tersebut, Tim Pencari Fakta Polri hanya mengidentifikasi keberadaan mereka sebelum dan saat penyerangan terhadap Novel terjadi. Satu orang mendatangi rumah penyidik senior KPK itu di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 5 April 2017.

Kemudian ada dua orang berada di dekat tempat wudhu Masjid Al-Ihsan menjelang Novel salat subuh, 10 April 2017.

Dalam laporannya, TPF menyebut mendapat keterangan dari saksi EJ yang melihat dua orang tidak dikenal sedang duduk dekat sepeda motor. Satu orang menggunakan helm, sedangkan yang lainyna dalam posisi menunduk.

Sesaat setelah kejadian penyiraman air keras ke wajah Novel, sekitar pukul 05.10 WIB, saksi IS melihat dua orang berboncengan sepeda motor meenyiramkan zat kimia yang belakangan diketahui adalah asam sulfat (H2SO4).

Sesaat setelah penyiraman, saksi Mt dan Sm mendengar Novel berteriak minta tolong. Ia melihat dua orang berboncengan menggeber motornya dengan kecepatan tinggi. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top