TPF Polri Curigai Enam Kasus Penyebab Novel Baswedan Diserang

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara Tim Pencari Fakta kasus Novel Baswedan, Nur Kholis, dalam keterangan pers hasil temuan mereka di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7). (Foto: Liputan6)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Pencari Fakta bentukan Kapolri menduga kuat penyerangan terhadap Novel Baswedan dipicu oleh kasus-kasus yang ditangani penyidik senior KPK itu.

Juru Bicara tim Nur Kholis mengatakan ada enam kasus besar atau high profile yang pernah ditangani Novel. Lima kasus diantaranya terkait korupsi dan satu kasus pencurian sarang burung walet di Bengkulu saat Novel masih aktif sebagai anggota Polri.

Adapun lima kasus korupsi tersebut adalah megakorupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto, suap sengketa pemilu oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (saat itu) Akil Mochtar, kasus suap (mantan) Sekjen Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman, suap Bupati Buol Amran Batalipu, dan korupsi Wisma Atlet.

"Kasus Novel ini berhubungan dengan sekurang-kurangnya enam kasus high profile. Tapi tidak terbatas pada enam kasus ini, hanya saja karena keterbatasan waktu kami baru mampu meneliti enam kasus ini," ujar Nur Kholis dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Tim menduga dalang pelaku penyerangan sakit hati atau dendam terhadap Novel. Nur Kholis menyebut karena Novel menggunakan wewenangnya secara berlebihan.

"Rata-rata kasus yang ditangani KPK ini high profile. Mereka (pelaku) tidak sendiri, tapi menyuruh orang lain," komisioner Komnas HAM itu menambahkan.

TPF bentukan Polri ini mencurigai tiga orang yang bisa dianggap sebagai pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel pada 10 April 2017 subuh. Oleh karenanya, tim merekomendasikan pembentukan tim teknis untuk melanjutkan penyidikan. Tim teknis tersebut telah dibentuk di bawah Kabareskrim Komjen Idham Azis.

TPF ini dibentuk pada 8 Januari 2019, beranggotakan 65 orang dari personel Polri, KPK, pakar, akademisi, dan ormas. Masa tugas tim telah berakhir pada 7 Juli 2019.

TPF menyusun tiga laporan. Pertama, laporan induk setebal 170 halaman. Kemudian lampiran wawancara para saksi sebanyak 2.700 halaman, dan resume yang berjumlah 17 halaman. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top