Pegawai KPK-Koalisi Sipil Konsolidasikan Kelanjutan Kasus Novel

publicanews - berita politik & hukumKetua WP KPK Yudi Purnomo (kanan) dan Novel Baswedan membacakan surat terbuka untuk Presiden Jokowi penyambutan Novel kembali aktif bekerja, di pelataran Gedung KPK, Jakarta, 27 Juli 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wadah Pegawai (WP) KPK segera melakukan konsolidasi dengan Koalisi Masyarakat Sipil menyusul konferensi pers tim gabungan bentukan Kapolri yang memaparkan hasil temuannya. Tim tersebut terkesan menyalahkan Novel Baswedan karena menggunakan kewenangan berlebih dalam penanganan kasus sehingga menyebabkan sakit hati dan melakukan penyerangan.

Ketua WP Yudi Purnomo Harahap mengatakan, tim pakar Polri telah gagal dalam menguak kasus penyerangan terhadap Novel.

"Menyikapi rilis TPF (Polri), Koalisi Masyarakat Sipil, tim penasihat hukum (Novel), dan WP KPK akan ‚Äémelakukan konsolidasi di KPK sore nanti," kata Yudi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/7).

Yudi menambahkan akan menggelar konferensi pers untuk merespon hasil kerja tim gabungan Polri. Menurutnya sejauh ini tim Polri justru baru dapat merekomendasikan, bukan menguak siapa pelaku dan otak di balik penyerangan terhadap Novel.

"Kami segera membuat konferensi pers merespon hasil tim pencari fakta (Polri) yang tidak berhasil mengungkap pelaku penyerangan," Yudi menegaskan.

TPF Polri Curigai Enam Kasus Penyebab Novel Baswedan Diserang

Dalam konferensi persnya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Polri menyebut setidaknya ada enam kasus besar yang ditangani Novel menjadi pemicu penyerangan. Tim mencurigai tiga orang tak dikenal sebagai terduga pelaku.

Untuk itu, tim merekomendasikan kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk membentuk tim pengejar sosok tersebut. Mereka adalah orang yang datang ke rumah Novel pada 5 April 2017 dan dua orang tidak dikenal yang berada dekat rumah Novel di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, serta berada di Masjid Al Ihsan pada 10 April 2017. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top