Ratusan Purnawiran AD Minta Kivlan Zen Ditangguhkan Penahanannya

publicanews - berita politik & hukumMayjen TNI (Purn) Kivlan Zen didampingi kuasa hukum tiba untuk memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, 29 Mei 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tak kurang 120 Purnawirawan TNI AD meminta penangguhan penahanan mantan Kepala Staf Konstrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. Para lulusan akademi militer 1966 hingga 1985 itu meneken surat penjaminan agar Kivlan dibebaskan dari Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan.

"Jadi intinya kita ingin memberikan bantuan moril untuk dia dalam bentuk minta penangguhan penahanan. Kita semua tanda tangan bersedia sebagai penjamin dari penangguhan itu tadi," kata Ketua umum PPAD Letjend TNI AD (Purn) Kiki Syahnakri di Aula Soeryadi, Kantor Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Jalan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (16/7).

Kiki pernah menyampaikian langsung penangguhkan Kivlan ini kepada Presiden Joko Widodo, tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan. "Maka kita ajukan lagi, kalau dulu kan kita hanya lisan saja begini, kalau sekarang ada 120 orang menandatangani sebagai penjamin," ujar mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat itu.

Menurut Kiki, Kivlan memiliki banyak jasa. Ia menyebut pembebasan warga Indonesia yang disandera Kelompok Militan ABu Sayaf di Filipina. "Dia datang ke tengah hutan di Filipina Selatan, ketemu Abu Sayaf, dan berhasil. Bukan hanya satu kali dia lakukan, hampir 18 orang, tiga sampai 4 kali," Kiki menjelaskan.

PPAD, ia menambahkan, akan menempuh cara lain bila surat poernyataan penangguhan penahanan yang diteken ratusan purnawiran ini tidak mendapat tanggapan pemerintah. Kiki mengatakan akan berkoordinasi dengan pengacara Kivlan untuk membahas hal tersebut.

Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal. Ia juga disebutkan memberi perintah kepada kelompok Iwan untuk melakukan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei nasional. Kivlan yang menyerukan aksi demo di Bawaslu itu juga dikaitkan dengan tuduhan melakukan aksi makar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top