LPSK Kecewa Jokowi Beri Grasi Guru Sodomi Neil Bantleman

publicanews - berita politik & hukumNeil Bantleman bersama istrinya Tracy. (Foto: Globalnews.ca)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai pemberian grasi kepada terpidana predator anak Neil Bantleman tidak memperhatikan rasa keadilan bagi korban dan kelaurga. Neil merupakan eks guru Jakarta International School (JIS) asal Kanada yang dipidana 11 tahun karena menyodomi muridnya.

“Pemberian grasi ini kontraproduktif dengan semangat pemerintah sendiri dalam mencegah dan melindungi anak-anak dari para pelaku kejahatan seksual,” kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dalam pernyataan persnya, Senin (15/7).

Hasto mengingatkan pemerintah telah menyatakan kekerasan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa karena dapat mengancam dan membahayakan jiwa anak.

Pemberian grasi kepada Neil, ia menambahkan, bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

LPSK mendesak pemerintah memberikan penjelasan kepada publik mengenai pertimbangan di balik pemberian grasi warga negara asing tersebut.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Neil dan rekannya asisten guru Ferdinant Tjiong hukuman 10 tahun penjara pada 2 April 2015. Keduanya terbukti melakukan pelecehan atau kekerasan seksual kepada tiga murid JIS, yaitu MAK, DA, dan AL.

Kasus asusila itu dilaporkan orangtua korban pada Maret 2014. Polisi menindaklanjuti laporan itu dengan penetapan tersangka Neil dan asisten guru Ferdinant Tjiong pada 16 Juli 2014.

Proses hukum hingga kasasi dan peninjauan kembali (PK) malah mengganjar kedua guru dengan hukuman 11 tahun. Saat hendak dieksekusi, Neil sempat kabur ke Bali. Ia menyerahkan diri di Bandara Soekarno Hatta pada Februari 2016.

Awal Juni lalu Neil ebas dari Lapas Klas 1 Cipinang berkat grasi tersebut. Saat ini Neil Sudah berada di kampungnya Ontario, Kanada. Ia menegaskan tidak bersalah dan tindak pidana sodomi tidak pernah terjadi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top