Korban Jadi Terpidana

Terima Surat Amnesti Baiq Nuril, Istana Segera Surati DPR

publicanews - berita politik & hukumPenandatangan dukungan kepada Baiq Nuril di Mataram, Minggu (14/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Baiq Nuril Maknun menyerahkan surat permohonan amnesti kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat diserahkan melalui Kantor Staf Presiden (KSP), di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/).

Eks tenaga honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu didampingi Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid, tim kuasa hukumnya, dan anggota DPR Rieke Diah Pitaloka. Mereka diterima Kepala KSP Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, kasus Nuril adalah persoalan kemanusiaan yang perlu mendapatkan perhatian seluruh pihak. "Saya yakin apa yang kita inginkan bersama mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik," ujarnya

Mantan Panglima TNI itu menambahkan, pemerintah akan segera mengirimkan surat rekomendasi kepada DPR. "Secepatnya sehingga nanti ada untuk mengirim surat ke DPR bisa segera dan bisa dimintai pertimbangannya," katanya, seusai pertemuan. Jokowi, ia menambahkan, memiliki keinginan memberikan amnesti kepada ibu tiga anak itu.

Kasus Baiq Nuril kembali menjadi perhatian pasca penolakan peninjauan kembali (PK) oleh Mahkamah Agung (MA). Perekam pembicaraan atasannya eks Kepala Sekolah H Muslim itu dipidana 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

MA berpandangan perekaman yang dilakukan Nuril ilegal. Apalagi, hasil perbincangan diserahkan kepada orang lain dan tersebar. Sebaliknya, Nuril beranggapan sebagai korban pelecahan dari atasannya. Pembicaraan H Muslim berkonten asusila.

Kemarin, puluhan aktivis perempuan di Mataram menggalang dukungan pembebasan bagi Nuril. Ribuan formulir dukungan berhasil dikumpulkan di hari bebas kendaraan itu, kemudian dilampirkan sebagai permohonan amnesti kepada Presiden Joko Widodo. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top