Demokrat Sebut Kampanye Prabowo-Sandi Akibatkan Residu Politik Identitas

publicanews - berita politik & hukumPrabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyapa usai memberikan keterangan pers soal putusan sengketa pemilu MK, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 27 Juni. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan saat kampanye Prabowo-Sandi terlalu banyak membangun narasi politik identitas. Menurut Ferdinand, penyabab utamanya yaitu karena pasangan 02 dalam Pilpres 2019 tidak memiliki misi dan visi yang jelas.

"Dulu saya pernah sampaikan, bahwa saya yang di depan dalam penggalangan opini publik belum tahu apa yang akan diberikan oleh 02 kepada rakyat, sementara 01 memberi banyak program dan janji," cuit Ferdinand Hutahaean di akun Twitter-nya, @ferdinandhaean2, Senin (15/7).

Justru yang menonjol, ia menambahkan, adalah membangun narasi politik identitas sehingga berdampak pada residu politik yang semakin membesar.

"Mengapa saya sampaikan? Karena narasi 02 overdosis politik identitas tanpa visi jelas. Sekarang residunya membesar," Ferdinand yang pada Pilpres 2014 mendukung Jokowi itu menambahkan. Ia pun minta Prabowo-Sandi bertanggung jawab atas residup politik itu.

Sementara itu, eks Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Azar Simanjuntak, menilai pemulangan Imam Besar FPI Rizieq Syihab akan mengurangi residu politik yang ditimbulkan dari Pilpres.

"Membuka pintu kepulangan Habib Rizieq bisa meminimalisasi residu dendam politik di masa yang akan datang," ujar mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top