Bebasnya Syafruddin Temenggung

KPK Belum Terima Salinan Putusan Kasasi MA

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua hari setelah Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung, KPK belum menerima salinan putusan tersebut. Oleh karena itu KPK belum bisa menentukan langkah hukum selanjutnya .

"Kita belum tahu apa sebenarnya pertimbangan hakim sehingga menyimpulkan kasusnya Perdata atau Administratif," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (11/7).

Febri menambahkan, KPK juga perlu melihat bagaimana sikap hakim terkait dengan kerugian negara Rp 4,58 triliun dalam kasus dugaan skandal dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) milik tersangka Sjamsul Nursalim.

"Apakah MA menganulir hal itu, atau memperkuat, atau tidak mempertimbangkan sama sekali. Hal ini baru terjawab jika Putusan lengkap sudah diterima," kata Febri.

MA mengabulkan permohonan kasasi Syafrudin melalui putusan bernomor perkara 1555K/pid.sus 2019 itu. Hakim menyatakan Syafrudin terbukti melakukan perbuatan sesuai dakwaan, tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana. Pertimbangan tiga hakim MA tidak bulat alias ada dissenting opinion, perbedaan pendapat.

Hakim Ketua Salman Luthan menyatakan sependapat dengan putusan Pengadilan Tinggi DKI. Sementara Hakim Anggota Syamsul Rakan Chaniago berpendapat perbuatan Syafruddin merupakan perbuatan hukum perdata. Sementara Hakim Anggota M. Askin menilai perbuatan Syafruddin merupakan perbuatan hukum administrasi. 

Sebelumnya, pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Syafrudin dijatuhi hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 700 juta subsider tiga bulan kurungan. Hukuman Syafruddin kemudian diperberat menjadi 15 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top