Komjen Iriawan Diperiksa Karena Tiga Kali Temui Novel

publicanews - berita politik & hukumMantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan ikut diperiksa tim penyelidik gabungan kasus Novel Baswedan bentukan Kapolri. Hal itu disampaikan anggota tim Hendardi.

"Ya, kami periksa hubungannya apa, dalam rangka apa, dan sebagainya," ujar Hendardi kepada wartawan, Rabu (10/7). Ia menjelaskan saat menjabat Kapolda, pria yang disapa Iwan Bule itu beberapa kali menemui penyidik senior KPK tersebut.

Menurut Hendardi, Irawan menemui Novel di rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lalu di Mapolda dan rumah sakit.

"Kami periksa semuanya, dalam rangka apa, kemudian saksinya ada enggak, ternyata ada dan kita periksa juga," ia menambahkan.

Hendardi menegaskan tim hanya memeriksa satu perwira tinggi bintang tiga. "Yang bintang tiga Pak Iriawan saja. Siapa lagi bintang tiga, saya kira enggak ada lagi selain Pak Iriawan," ujarnya.

Namun Hendardi mengingatkan bahwa pemeriksaan ini bukan berarti tim mencurigai mantan Pjs Gubernur Jawa Barat itu atau ia terindikasi terlibat dalam penyerangan Novel Baswedan.

"Bukan dalam rangka kita duga, bukan. Tetapi kan waktu itu dia sebagai Kapolda mendatangi Novel dan sebelum kejadian juga pernah bertemu. Itu yang kami gali," ujar pegiat HAM itu.

Pemeriksaan Iwan Bule ini, Hendardi menambahkan, juga dilatarbelakangi pernyataan Novel bahwa ia pernah diperingatkan ada teror terhadapnya. Kapasitas Iriawan saat diperiksa, katanya, sebagai saksi.

Tim gabungan telah menyerahkan hasil hasil inveatigasi mereka selama 60 hari kepada Kapolri. Kepolisian akan membuka hasil investigasi tersebut pada pekan depan.

Hingga hari ini, kasus penyerangan terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017 masih misteri. Kemarin Novel mengatakan hasil investigasi tim Polri sebaiknya tidak bersifat spekulatif, bukan hanya menyasar aktor utamanya, melainkan juga pelaku di lapangan.

Jika langsung menunjuk aktor intelektual, ujar Novel, maka penyelidikan bersifat spekluatif. "Saya kira itu bukan investigasi ya. Itu hanya reka-reka atau duga-dugaan saja dan saya kira itu tidak tepat," ia menandaskan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top