Golkar Klaim Lebih Berhak Kursi Ketua MPR Ketimbang PKB

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua MPR Mahyudin. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Rebutan kursi terjadi antara dua partai pendukung koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Partai Golkar menyatakan lebih berhak duduk di kursi Ketua MPR ketimbang PKB.

Menurut Wakil Ketua MPR dari Golkar Mahyudin, partainya memperoleh suara lebih banyak pada pemilu lalu. "Golkar pemenang jumlah kursi kedua, dan juga ketiga jumlah suara nasional," kata Mahyudin saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/7).

Golkar berkeinginan untuk menjadi Ketua MPT. Lobi-lobi antarpartai politik, ia menambahkan, sedang dilakukan untuk menentukan paket pimpinan MPR. Kursi pucuk pimpinan diisi satu partai, dan empat partai lainnya dapat wakil ketua. Keempat posisi itu akan diisi dari fraksi DPR dan satu merupakan utusan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Mahyudin mengatakan, paket pimpinan MPR lebih fleksibel tanpa dikotomi partai koalisi atau oposisi. "MPR lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan," ujarnya.

Ketua PKB Ingin Posisi Ketua MPR dan 10 Kursi di Kabinet

Kursi Ketua MPR itu juga diincar Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar bahkan terus terang menyatakan ia menginginkannya.

"Saya terus terang ingin di MPR, (menjadi) menteri sudah pernah dan sudah cukuplah saya mengabdi di eksekutif. Gantian saya biar di legislatif," kata Cak Imin, sapaan Muhaimin, kemarin malam, pada acara Sosialisasi Muktamar PKB di Semarang, Jawa Tengah.

Muhaimin pun sudah sowan ke wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin meminta restu. Saat ini, Cak Imin menjabat Wakil Ketua MPR. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top