Dubes RI Ungkap Alasan Rizieq Syihab Belum Bisa Pulang

publicanews - berita politik & hukumRizieq Syihab saat ditangkap Kepolisian Makkah dan Mabahis ammah. (Foto: Twitter/Kapitra Ampera)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengungkap alasan Imam Besar FPI Rizieq Syihab belum kembali ke Tanah Air. Agus menanggapi pernyataan eks Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menyebut adanya 'portal' yang hanya bisa dibuka pemerintah untuk memulangkan Rizieq.

Menurut Agus, persoalan utama yaitu karena Rizieq sudah overstay. Pemerintah Arab Saudi, ia menambahkan, sangat ketat memberikan denda overstay sebesar 15 sampai dengan 30 ribu riyal.

"Kurang lebih setara dengan Rp 110 juta," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (10/7).

Bila Rizieq keberatan membayar denda, ujarnya, sebenarnya bisa mengikuti program 'pulang gratis' melalui 'Amnesti Massal' Kerajaan Arab Saudi (KSA). Program ini belum diketahui kapan waktunya karena bergantung kebijakan KSA.

Agus mengatakan, WNI akan sulit keluar bila memiliki persoalan hukum di Arab Saudi. Namun, Agus tidak menyebutkan apakah Rizieq memiliki persoalan hukum di sana.

Rizieq pernah dimintai keterangan oleh kepolisian Arab Saudi menyusuk adanya bendera hitam mirip ISIS yang dipasang di belakang rumahnya. Namun, setelah diperiksa 24 jam oleh Kepolisian Makkah dan Mabahis Ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID), Rizieq dibebaskan dengan jaminan pada 8 November 2018.

Terpisah, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie menegaskan tidak ada larangan bagi Rizieq kembali ke Tanah Air.

"Negara tidak menghalangi dia untuk pulang, tidak ada penangkalan," ujarnya siang ini.

Dubes Arab Saudi Sebut Rizieq Syihab sebagai Korban

Ronny mengutip Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, yang menyebut negara tidak boleh melarang warganya pulang ke Indonesia. Imigrasi hanya berwenang mencekal WNI ke luar negeri bukan melarang WNI kembali.

Sebelumnya Partai Gerindra menjadikan pemulangan Rizieq sebagai syarat rekonsiliasi Prabowo dengan presiden terpilih Joko Widodo.

Adanya adangan disampaikan Dahnil dengan menyebut faktor 'X' sengaja dibuat pemerintah untuk menghambat Rizieq kembali ke Tanah Air. "Masalahnya adalah Habib itu bukan tidak mau pulang, tapi tidak bisa pulang," ujarnya.

Istana menanggapi pernyataan itu dengan mengatakan pemerintah tidak menghambat kepulangan Rizieq. "Pergi, pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin, kan gitu," kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, kemarin.

Dengan berseloroh ia menambahkan: "Ya pulang sendiri saja, enggak (bisa) beli tiket, baru gua beliin". (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top