Kasus Novel Baswedan

Sudah Jatuh Tempo, Tim Gabungan Polri Serahkan Temuan pada Jenderal Tito

publicanews - berita politik & hukumHendardi, anggota tim gabungan penyelidik Novel Baswedan bentukan Kapolri. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim gabungan kasus penyerangan Novel Baswedan bentukan Kapolri sudah merampungkan hasil penyelidikannya selama enam bulan. Anggota Tim Hendardi mengatakan, sebelum diungkapkan ke publik, tim akan terlebih dahulu melaporkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Hendardi, tim gabungan akan menyerahkan laporan tersebut pada pekan ini.

"Kami mesti sampaikan laporan kepada Kapolri dulu yang memberikan mandat kepada tim bukan melaporkan kepada ICW atau Koalisi ini-itu atau siapapun," ujar Hendardi di Jakarta, Senin (8/7).

Ketua Badan Pengurus Setara Institute itu menambahkan, terserah Kapolri bagaimana mekanisme penyampaikan hasil penyelidikan tim gabungan nantinya. "Juga bagaimana menindaklanjuti temuan dan rekomendasi kami," katanya. "Wewenang mengumumkan di Kapolri. Waktu dan mekanismenya beliau yang atur," ujar Hendardi.

Enam Bulan Tim Satgas Gagal Ungkap Penyerang Novel Baswedan

Diketahui Novel Baswedan diserang dengan air keras pada 11 April 2017 seusai salat subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat serangan tersebut, mata kiri penyidik senior KPK itu nyaris buta.
Hingga kini polisi belum menemukan titik terang siapa pelaku teror tersebut. Tim bentukan Kapolri Tito punya tenggat hingga 7 Juli kemarin, berdasarkan Surat Keputusan nomor: Sgas/ 3/I/HUK.6.6/2019. Tim gabungan ini beranggotakan 65 orang dan didominasi dari unsur Kepolisian.

Hingga jatuh tempo kemarin, tim gabungan belum juga mengumumkan hasil penyelidikannya. Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi pun pesimis kasus ini akan terungkap, mereka menilai kerja tim gabungan sangat lambat dan terkesan formalitas belaka.

Hal tersebut dapat terlihat ketika tim gabungan mengajukan pertanyaan yang repetitif kepada Novel pada 20 Juni 2019 lalu. Hasil penelusuran Tim ke Malang pun tidak disampaikan ke publik.

Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Wana Alamsyah menyatakan, hal tersebut mengindikasikan ketidakseriusan tim tersebut. "Sebab sejak tim dibentuk tidak pernah ada satu informasi pun yang disampaikan ke publik mengenai calon tersangka yang diduga melakukan penyerangan," kata Wana. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top