Surati BNPT, Pegawai KPK Ingin Hapus Isu Radikalisme yang Dimainkan Pihak Tertentu

publicanews - berita politik & hukumPerwakilan Wadah Pegawai KPK mendatangi kantor BNPT untuk kunjungan persahabatan. (Foto: Humas KPK/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Perwakilan Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor Badan Nasional Pemberantasan Korupsi (BNPT) menyerahkan surat kepada Kepala BNPT untuk melakukan kunjungan persahabatan.

Pertemuan Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap dan Kepala BNPT Suhardi Alius rencananya diadakan sebagai satu rangkaian kunjungan kelembagaan yang dilakukan WP KPK ke lembaga-lembaga strategis negara‎.

"Rencana pertemuan ini diharapkan juga dapat menampik isu radikal yang dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tentang pegawai KPK yang memakai jilbab, celana cingkrang, dan berjenggot," kata Yudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/6)

Yudi juga menegaskan, selama KPK berdiri tidak ada satupun pegawai terlibat aksi terorisme maupun komunisme, serta gerakan radikal lainnya. ‎

"Bahkan justru KPK yang selama ini menjadi korban teror yang tidak berkesudahan dan tidak mendapatkan titik terang siapa pelakunya," ia mengingatkan.

Salah satu yang akan di konsultasikan dengan Kepala BNPT, ia menambahkan, adalah aksi-aksi teror terhadap pimpinan, struktural, maupun para pegawai KPK. Diharapkan KPK bersama BNPT bisa menentukan langkah strategis agar isu radikalisme tersebut pupus.

"Tidak ditunggangi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu untuk meloloskan calon pimpinan KPK yang mempunyai rekam kerja yang buruk dan tidak punya itikad memberantas korupsi," Yudi menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top