Menkumham Bantah Phobia Islamisasi Lapas

publicanews - berita politik & hukumMenkumham Yasonna H. Laoly di Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus megakorupsi e-KTP, Selasa (25/6).(Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengungkapkan alasan penonaktifan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Polewali Mandar (Polman) Haryoto bukan karena phobia islamisasi di lapas.

"Bukan, bukan begitu, dia menghilangkan hak orang," kata Yasonna di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (25/6). Ia ke KPK sebagai saksi kasus megakorupsi proyek e-KTP dengan tersangka Markus Nari.

Menurut politisi PDIP itu, membaca alquran merupakan kewajiban setiap muslim. Namun bila hal tersebut ditetapkan sebagai pembebasan bersyarat jelas tidak diperbolehkan.

"Bahwa tujuannya baik, bahwa orang harus mempelajari kitab sucinya, Alquran, Alkitab, oke. Tapi jangan menjadi syarat untuk keluar. Kalau dia enggak bisa-bisa, nanti lewat waktunya gimana" ujar Yasonna.

Berbeda dengan Yasonna, anggota Komisi Komisi III DPR Al Muzzammil Yusuf mendukung syarat tersebut karena mampu merangsang napi untuk belajar agama Islam. Muzammil membantah jika penerapan syarat tersebut menciptakan ketidaknyamanan di kalangan penghuni lapas.

"Saya tidak percaya kalau syarat mampu membaca Alquran itu membikin keonaran di tengah penghuni lapas yang muslimin," katanya, Senin (24/6) malam.

Politikus PKS tersebut merasa penerapan syarat baca Alquran bukan suatu kewajiban, melainkan sebagai langkah maju agar narapidana mau belajar Alquran. "Saya kira syarat itu lebih sebagai stimulus agar mereka mau belajar ketimbang sebagai syarat mutlak," ujarnya.

Menurutnya, wajar bila kebijakan tersebut menuai polemik hingga penolakan. Ia mengungkapkan ada pihak-pihak yang tak ingin agama Islam punya pengaruh kuat di Lapas.

"Kalau syarat itu membuat enggak nyaman sebagian pihak, mungkin saja. Karena dikhawatirkan akan ada Islamisasi Lapas," Muzzamil menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top