Ada Keterlibatan Kepolisian Dalam Penyerangan Novel Baswedan

publicanews - berita politik & hukumTim kuasa hukum memberi keterangan pers sebelum mendampingi Novel Baswedan dalam pemeriksaan oleh tim gabungan bentukan Polri, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim kuasa hukum Novel Baswedan mengungkapkan informasi adanya keterlibatan pihak kepolisian dalam kasus penyerangan menggunakan air keras pada April 2017 lalu. Hal tersebut diungkapkan Al-Ghifari Aqsa dari LBH Jakarta yang mendampingi Novel dalam pemeriksaan sebagai saksi korban oleh tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Al-Ghifari mengatakan soal dugaan keterlibatan kepolisian ini disampaikan oleh seorang anggota tim gabungan Polri bulan lalu.

"Yaitu adanya kuat dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan," ujar Al-Ghifari di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/6), sebelum pemeriksaan Novel.

Menurutnya, tim pembela Novel sudah lama mencium kecurigaan tersebut. Dengan adanya informasi tersebut berarti mematahkan alibi selama ini bahwa penyerangan Novel dilakukan oleh preman.

"Berkali-kali kita mengatakan ini ada keterlibatan anggota kepolisian, ada keterlibatan jenderal. Tapi baru bulan lalu ada konfirmasi dari salah satu anggota tim gabungan, bahwa kuat dugaan ada keterlibatan anggota kepolisian," katanya.

Atas dasar ini, ia menambahkan, tim pembela Novel akan mengklarifikasi hal tersebut kepada tim gabungan yang memeriksa Novel.

"Kami hari ini ingin mengklarifikasi hal tersebut dan ingin agar fakta-fakta tersebut dieksplorasi dalam pemeriksaan kasus Mas Novel," ujarnta.

Sebelumnya, anggota tim gabungan bentukan Kapolri, Hendardi, menyampaikan tim bakal menyampaikan fakta kasus Novel pada Juli 2019 mendatang. Tim gabungan bakal berkoordinasi dengan Kapolri Tito Karnavian sebelum menyampaikan hasil penyelidikan tersebut.

Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hari ini tepat 800 hari, namun kasus tersebut masih gelap.

Akibat serangan menggunakan air keras tersebut, mata kiri Novel mengalami kerusakan yang cukup serius. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top