SBY Masih Berkabung, Kader Diminta Tak Gaduh

publicanews - berita politik & hukumSubur Sembiring dan SBY. (Foto: Dok. pribadi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sejumlah senior anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD). Dimotori Max Sopacua, Subur Sembiring, dan Achmad Mubarok, mereka mendesak Kongres Luar Biasa (KLB) selambat-lambatnya pada September mendatang.

Kadiv Komunikasi Publik Demokrat Imelda Sari meminta kader saat ini menahan diri bicara urusan organisasi untuk menghormati Ketum Susilo Bambag Yudhoyono (SBY).

"Pak SBY dan keluarga masih dalam keadaan berkabung atas kehilangan Ibu Ani Yudhoyono yang kami cintai," kata Imelda di Jakarta, Minggu (16/6).

Mengenai usulan KLB, ia meminta tidak gaduh dan menunggu Dewan Kehormatan Partai memutuskannya setelah memanggil pengusul KLB. "Organisasi telah menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Kehormatan Partai yang akan bekerja dan memutuskan sesuai dengan AD/ART Partai," ia menambahkan.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief angkat bicara melalui akun Twiterrnya, @AndiArief_. Ia menyebut pengusul KLB sebagai 'ulat bulu' dan 'buaya manjat' yang ingin merusak Partai Demokrat. "Ulat bulu dan buaya manjat sedang koalisi mau merusak kebun Demokrat," Andi mencuit, kemarin.

Andi mengatakan, ada pengusul yang merupakan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu ingin membawa nama Sandiaga Uno dan Gatot Nurmantyo masuk di gelanggang partai berlogo mercy itu.

"Kami sudah tahu kalau Mubarok, Max Sopacua akan mendatangkan kursi Ketum Demokrat kepada Sandi Uno, Gatot Nurmantyo, dll. Menjadi makelar memang kerap menguntungkan, tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang yang bodoh yang bisa dibohongi," tulisnya.

Andi pun menyebut saat ini tidak tepat gagasan KLB, ia bahkan menilai pengusul KLB tidak pernah berbuat banyak bagi Partai.

"Tidak tepat waktunya mengajak kami dan Pak SBY 'berkelahi'. Sekarang kami sedang berduka atas kepergian Ibu Ani. Adakah hati dan kemanusiaan?" ujarnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top