Sengketa Hasil Pilpres

TKN Anggap Isi Gugatan BPN Tidak Tepat

publicanews - berita politik & hukumDiskusi bertajuk 'Mahkamah Keadilan untuk Rakyat' di D'consulate, Jalan KH Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin mengapresiasi langkah yang ditempuh Prabowo-Sandiaga membawa sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Itu jauh lebih baik daripada lempar tuduhan di mass media, media sosial, atau bahkan di jalanan tanpa memberikan pembuktian terhadap tuduhannya," ujar Jubir TKN Taufik Basari dalam diskusi bertajuk 'Mahkamah Keadilan untuk Rakyat' di D'consulate, Jalan KH Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6).

Namun Taufik menilai isi gugatan tersebut tidak tepat. Menurutnya, gugatan tersebut lebih merupakan ranah Bawaslu karena yang dipersoalkan adalah pelanggaran administrasi.

Jenis pelanggaran administrasi lainnya yang ditangani Bawaslu adalah politik uang, netralitas ASN, dan lain-lain. Kasus semacam ini, ujar Taufik, dilaporkan pada masa kampanye.

"MK ini memeriksa dan mengadili sengketa perolehan hasil suara. Jadi masing-masing ada relnya," katanya.

Dalam gugatan ke MK, menurut Taufik, kubu Prabowo juga memaparkan angka dugaan penggelembungan suara yang mereka persoalkan. "Hasil KPU berapa dan disebutkan kenapa ada perbedaan. Tapi ternyata tak seperti itu yang disampaikan ke MK," ujar politisi Partai Nasdem itu.

Meski demikian, Taufik berharap hasil gugatan MK dapat meredakan tensi politik yang sempat memanas. "Mudah-mudahan bisa mengakhiri apapun putusannya. Keputusan MK final. Selesai. Kita tidak perlu lagi melihat perbedaan pandangan politik," Taufik menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top