Sengketa Pemilu

Tim Hukum Prabowo Minta MK Jamin Keselamatan Saksi

publicanews - berita politik & hukumBambang Widjojanto dan Denny Indrayana dari tim hukum Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/5). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sidang perdana permohonan perselisihan pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6), berisi pembacaan materi gugatan tim kuasa hukum BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Materi permohonan dibacakan bergantian oleh tim kuasa hukum yang diketuai Bambang Widjojanto. Anngota tim lainnya adalah Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, TM Luthi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Almir, dan Zulfandi.

Salah satu yang diajukan pemohon yaitu jaminan keselamatan saksi. "Dalam menghadapi sistem, di mana rezim kekuatan berkuasa, maka keamanan dan saksi menjadi bagian penting. Maka nanti ketika kami ajukan itu, apakah MK mau menjamin keselamatan saksi itu," kata BW, sapaan Bambang Widjajanto.

Menurut mantan Wakil Ketua KPK itu, kubunya saat ini berhadapan dengan kekuasaan sehingga perlu dikawal ketat. Namun ia tidak menyebutkan nama dan jumlah saksi yang didatangkan dari berbagai daerah itu.

Dalam kasus ini, tim kuasa hukum paslon 02 menyebutkan telah terjadi kecurangan Pilpres yang bersifat terstruktur, siatematis, dan masif.

Majelis pleno yang terdiri sembilan hakim konstitusi dipimpin Ketua MK Anwar Usman akan melakukan pemeriksaan atas permohonan ini.

Sementara aksi demo mengaawal sidang MK terus berlangsung di sepanjang Patung Kuda hingga depan Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua yang bertindak sebagai koordinator lapangan mengatakan aksi damai yang ia sebut diikuti 2 ribu orang itu akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top