Kapolri Duga Ada Pihak Lain Gunakan Senjata dalam Kerusuhan 21 Mei

publicanews - berita politik & hukumKapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur DKI Anies Baswedan usai apel Operasi Ketupat Jaya 2019 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan anggotanya melacak pihak lain yang menggunakan senjata api ilegal dalam kerusuhan 21 Mei lalu. Polri telah mendeteksi ada tiga kelompok sebelum kerusuhan pecah menyusul aksi damai di depan Bawaslu, Jakarta Pusat.

"Mungkin ada pihak lain yang tak terdeteksi menggunakan senjata api," kata Tito usai apel Operasi Ketupat Jaya 2019 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

Menurut Tito, kelompok pertama adalah 15 orang yang diamankan dengan 4 pucuk senjata api di Jawa Barat sebelum kerusuhan. Setelah itu Polri mengamankan mantan Komandan Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko yang diduga mengirimkan senjata api ilegal dari Aceh.

"Lalu bapak Kivlan Zen ada 4 senjata api," Tito menjelaskan.

Saat ini Polri masih melakukan investigasi jatuhnya korban dalam kerusuhan di depan Gedung Bawaslu, kawasan Tanah Abang, dan Petamburan. Polti, Tito menambahkan, masih mendalami apakah para korban adalah bagian dari perusuh atau masyarakat biasa.

Beberapa waktu lalu Tito mengatakan masih ada senjata lain yang beredar, selain yang telah disita saat ini. "Kami dapat info masih ada senjata lain yang beredar," kata Tito dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Saat ini Polri berkoordinasi dengan Komnas HAM untuk merekonsiliasi data yang dimiliki masing-masing institusi. Bukan untuk menyamakan, melainkan untuk dikomunikasikan.

"Kita tidak mau membuat menjadi sama, yang penting ada komunikasi karena data dan fakta itu perlu," ia menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top