Wiranto Sebut Ada 'Penembak Tak Bertuan' pada Kerusuhan 22 Mei

publicanews - berita politik & hukumPolisi menunjukkan tersangka pelaku kerusuhan pada Aksi 22 Mei saat gelar perkara di Polres Metro Jakarta Barat, 23 Mei 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menegaskan, korban meninggal saat kerusuhan 21-22 Mei bukan peserta aksi demo damai di Bawaslu, Jakarta. Kepada pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/6) siang, Wiranto mengatakan demo awalnya berjalan damai, massa pulang setelah berbuka puasa dan salat Tarawih bersama aparat.

Menurutnya, korban berjatuhan ketika para perusuh muncul dan menyerang asrama kepolisian di Petamburan, Jakarta Barat. Mereka juga membakar pos polisi. Saat itu, aparat berserta keluarganya merasa terancam.

"Inget ini. Ini dulu kita dudukan masalahnya supaya tidak simpang siur," ujar Wiranto.

Ia mengatakan, petugas kepolisian juga memikirkan di asrama ada anak-anak dan istri yang diserang. "Kan yang nyerang bukan demonstran, yang nyerang itu perusuh," ia menambahkan.

Pengakuan Tersangka 22 Mei Bukan Karangan Pemerintah, Wiranto Bantah Lebay

Saat ini, polisi masih menyelidiki siapa pelaku penembakan sehingga menyebabkan 9 orang meninggal dan ratusan luka-luka.

"Sedang kita dalami siapa yang menembak ya, tembakan darimana. Sangat boleh jadi tembakan itu muncul dari yang tidak bertuan karena malam hari menyerang seperti itu," katanya.

Kemarin, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal dalam konferensi pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, mengatakan Polri telah membentuk tim investigasi yang dipimpin Irwasum.

"Kami harus sampaikan bahwa 9 korban meninggal dunia kami duga perusuh. Penyerang. Diduga ya," kata Iqbal.

Iqbal menjanjikan tim investigasi akan bekerja secara objektif dan akan menyampaikan hasilnya kepada publik bersama Komnas HAM. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top