Pengakuan Tersangka 22 Mei Bukan Karangan Pemerintah, Wiranto Bantah Lebay

publicanews - berita politik & hukumMenko Polhukam Wiranto memberi keterangan pers soal kerusuhan 22 Mei di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (10/6). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Polhukam Wiranto membantah tudingan pemerintah mengarang keterangan para tersangka kepemilikan senjata api ilegal yang mendompleng aksi damai 22 Mei. Begitu pula soal rencana pembunuhan tokoh nasional.

"Ini pengakuan dari berita acara pemeriksaan, testimoni yang disumpah. Bukan karangan kita," kata Wiranto seusai pelantikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Menurut Panglima ABRI era Orde Baru tersebut, pengakuan para tersangka dalam bentuk video. Hal ini dilakukan agar bisa menetralkan isu kasus itu sebagai rekayasa belaka.

"Paling tidak kan sudah bisa menetralisir bahwa Wiranto lebay, karangan pemerintah, karangan aparat keamanan, mencari popularitas. Masyaallah ya, saya katakan. Tapi saya enggak ngomong apa-apa," ujar mantan Menhamkam/Pangab tersebut.

Aparat kepolisian, ia menambahkan, masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Karena itu ia meminta masyarakat bersabar.

"Sekarang kan enggak sabar, seakan-akan harus segera tuntas. Enggak bisa. Dari itu kita kembangkan, kita dalami, nanti kita ketemu konfigurasi, anatomi kerusuhan secara utuh. Ketemu pasti," ia menjelaskan.

Wiranto mengatakan, ia adalah salah satu target pembunuhan dan semua pihak harus sabar menunggu proses hukum yang dilakukan polisi.

Dalam kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan direktur lembaga survei ini, Polri menyebut ada keterlibatan Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan tokoh PPP Habil Matiri sebagai penyandang dana. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top