Prabowo Diminta Buka Suara Soal Tudingan Tim Mawar di Balik Kerusuhan 21 Mei

publicanews - berita politik & hukumLetkol (Purn) TNI Fauka Noor Farid, mantan anggota Tim Mawar Kopassus Grup IV. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Mawar yang merupakan bagian pasukan elite Kopassus kembali disebut dalam aksi kerusuhan 21 Mei 2019. Mantan anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid dituding sebagai aktor kerusuhan yang menelan 8 korban jiwa dan ratusan terluka itu dalam kerusuhan menyusul aksi damai di depan Gedung Bawaslu.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendesak agar capres Prabowo Subianto buka suara. Tidak saja atas aksi yang pecah di sekitar Gedung Bawaslu pada 21 dan 22 Mei lalu, tetapi juga kasus penculikan oleh Tim Mawar pada kerusuhan 13-15 Mei 1998.

“Kalau saya jadi pak @prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal2 yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR pak prabowo,” kata Fahri melalui akun Twitter @Fahrihamzah, Selasa (11/6).

Menurut eks politikus PKS ini, telah terjadi fitnah terhadap mantan Komandan Kopassus dan Pangkostrad tersebut karena dikaitkan dengan Tim Mawar dan kerusuhan pasca aksi damai di Gedung Bawaslu.

“Saya mendengar, berkali buku pak @prabowo mau diterbitkan tetapi tidak jadi. Beliau menganggap 'dia telan semua salah lembaga'. Menurut saya itu tidak fair. Bukan saja untuk pak prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang,” ujar mantan Aktivis 98 itu.

Nama Tim Mawar kembali mencuat setelah Majalah Mingguan Tempo edisi 10 Juni 2019 menulis kabar Fauka berada di sekitar Gedung Bawaslu saat keurusuhan.

Tempo mengambil transkrip percakapan dari kepolisian yang menyebutkan pernyataan Fauka bahwa bagus bila terjadi kekacauan, apalagi menimbulkan korban. Fauka disebutkan ikut merancang demonstrasi di Bawaslu dalam rapat di kantor BPN, Jakarta Selatan.

Namun, Fauka membantah transkip kepolisian itu. Ia menegaskan tidak berada di sekitar Bawaslu saat pecah bentrok antara polisi dan perusuh. Ia juga menepis setuju terjadi bentrok dan adanya korban.

Fauka, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel, merupakan anggota Tim Mawar --sebuah unit dari kesatuan Komando Pasukan Khusus Grup IV TNI AD yang dibentuk pada Juli 1997. Fauka ikut didakwa ke Pengadilan Militer Jakarta pada 1998. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top