Tim Hukum Prabowo Sebut Pelanggaran Ma'ruf Amin Sangat Prinsipil

publicanews - berita politik & hukumKetua Tim Hukum paslon nomor urut 02 Bambang Widjojanto (tengah) bersama Penanggung jawab tim hukum Hashim Djojohadikusumo (kanan) dan Denny Indrayana (kiri) di Gedung MK, Jakarta, 24 Mei 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melengkapi berkas gugatan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (11/6) ini. Denny Indrayana mengatakan, tim telah menambahkan beberpa poin permohonan sengketa. Salah satunya soal dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu oleh cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin.

Menurut mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini, berdasar situs resmi BNI Syariah dan Mandiri Syariah, Ketua Umum nonaktif MUI Ma'ruf Amin masih menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah.

"Esensinya kita menemukan, ini persoalan yang prinsipil," ujar Denny Indrayana di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, hari ini.

Ketua Tim Kuasa Hukum 02 Bambang Widjajanto menambahkan, pelanggaran itu bisa menyebabkan diskualifikasi paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Saat melakukan pendaftaran sebagai cawapres, ujar Bambang, Ma'ruf tidak menuliskan mundur sebagai pengurus BUMN.

"Seseorang yang menjadi bakal calon presiden atau wakil presiden harus berhenti sebagai karyawan atau pejabat BUMN," mantan Wakil Ketua KPK itu menegaskan.

Ia kemudian mengutip Pasal 227 huruf p UU Pemilu, yang menyatakan bahwa saat pendaftaran, bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden harus menyertakan surat pernyataan pengunduran diri dari karyawan atau pejabat badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon Peserta Pemilu

Sebelumnya, saat mendaftarkan PHPU pada 24 Mei 2019, tim kuasa hukum paslon 02 menyebutkan bahwa Pilpres 2019 telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top