Viral Foto Nunduk ke Jokowi, Ketua MK Pastikan Tetap Independen

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi bersalaman usai pengucapan sumpah Anwar Usman sebagai Hakim Konstitusi pada 7 April 2016. (Foto: Biro Pers Setpres)
PUBLICANEWS, Jakarta - Media sosial diramaikan dengan foto Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman bersalaman dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Warganet mempersoalkan gestur Anwar yang tampak membungkuk di hadapan Jokowi.

Namun Anwar menepis narasi warganet yang mengesankan ia tunduk pada petahana.

"Kami hanya tunduk, nah ini mohon dicatat. (Kami) Hanya tunduk pada konstitusi dan hanya takut kepada Allah SWT," kata Anwar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (10/6).

Menurutnya, foto yang viral itu diambil saat ia usai diambil sumpah sebagai Ketua MK di Istana Negara pada 7 April 2016 lalu. Meski demikian ia menganggap kritik tersebut sebagai masukan.

"Bagi kami, kritikan itu masukan, itu obat bagi kami semua. Untuk para hakim, untuk pak Sekjen dan stafnya, panitera dan seluruh perangkat pengadilan," ia menambahkan.

Seperti diketahui, Selasa (11/6) ini akan dimulai rangkaian sidang sengketa Pilpres 2019. Hari ini agendanya adalah registrasi pemohon, yakni paslon Prabowo-Sandi.

Pada Jumat (14/6) mendatang akan dimulai sidang perdana untuk putusan sela. Bila MK tidak menolak materi gugatan maka sidang akan bergulir hingga dua pekan ke depan, sebelum vonis 28 Juni 2019.

Berikut kesembilan hakim MK yang akan menangani gugatan Pilpres 2019, mereka dipimpin oleh Ketua MK Anwar Usman.

Hakim anggota yaitu Aswanto, Wahibudddin Adams, Arief Hidayat, I Dewa Gede Palaguna, Manahan MP Sitompul, Suhartoyo, Saldi Isra, Enny Nurbaningsih.

Sidang gugatan Pilpres 2019 diajukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan dugaan telah terjadi kecurangan pilpres yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Sebelumnya KPU telah menetapkan kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan perolehan 85.607.362 atau 55,50 persen suara. Sedangkan Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara.

Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen. Pemilih yang menggunakan haknya sebanyak 158.012.506 orang, suara tidak sah sebesar 3.754.905. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top