Menpan RB: ASN Tak Bisa Main-main Sekarang

publicanews - berita politik & hukumMenpan RB Safruddin (Foto: Dokumentasi Humas Kemenpan-RB)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengingatkan akan ada sanksi tegas bagi aparatur sipil negara (ASN) yang membolos pada hari pertama kerja usai libur Idul Fitri. Menurut mantan Wakapolri itu, sanksi akan menjadi bahan evaluasi pada pertimbangan kenaikan jabatan ASN tersebut.

Ia memastikan sanski akan tercatat dari yang bersifat ringan seperti teguran.

"Seringan apapun teguran itu akan di-report untuk dievaluasi nanti terkait peningkatan jabatan. Jadi, tidak ada lagi yang bisa main-main sekarang," kata Syafruddin di Gedung Kementerian PAN-RB, Jakarta Selatan, Senin (10/6).

Mengenai kategori sanksi akan dibicarakan dalam rapat koordinasi Kementerian PAN-RB bersama instansi terkait. "Kita akan analisis kemudian kita simpulkan bahwa unit kerja mana yang ASN-nya ada yang bolos dan bolosnya karena apa," ia menambahkan.

Sesuai ketentuan, jika melanggar terdapat sanksi berupa hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat. Sanksi ringan, misalnya, berupa teguran tertulis atau lisan. Sanksi sedang berupa penundaan gaji atau kenaikan pangkat. Sedangkan sanksi berat berupa penurunan pangkat, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian dengan hormat.

Laporan ketidakhadiran di hari pertama masuk kerja ini akan masuk ke portal online Kementerian PAN-RB hingga pukul 15.00 WIB hari ini. Kementerian memantau kehadiran ASN yang berasal dari 543 instansi dan 88 Kementerian/Lembaga di tingkat pusat. Pemantauan kehadiran ASN melalui aplikasi https://sidina.menpan.go.id. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top