Demokrat Ungkap Sejak Awal Tak Setuju Sandiaga Uno

publicanews - berita politik & hukumSBY dan Sabdiaga Uno. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan partainya tidak setuju Sandiaga Uno sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Menurutnya, bila pasangan Prabowo-Sandi diteruskan diprediksi bakal kalah.

Andi yang menyatakan mundur sebagai Wakil Sekjen Partai Demokrat menyusul penggerebekan soal narkoba, mengatakan hal itu melalui akun Twitter @AndiArief__ pada Jumat (7/6).

Bahkan karena ketidakyakinan itu, ujar Andi, membuat Demokrat sempat mengusulkan nama cawapres lain meskipun tidak digubris.

"Meski tidak yakin akan kemenangan 02, namun Partai Demokrat, SBY, dan AHY tetap berupaya mencari jalan yang benar agar 02 menang. Berkali-kali pertemuan mengusulkan sesuatu yang positif namun selalu ditolak oleh 02. Kawan yang baik adalah yang mengajarkan hal benar," Andi mencuit.

Andi mengatakan, berdasarkan hasil survei nama Sandiaga Uno tidak akan mendukung suara Prabowo pada Pilpres lalu. Nama mantan Wakil Guberur DKI Jakarta itu juga tidak mendapat tanggapan poistif di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut aktivis '98 ini, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan ketidaksetujuan terhadap Sandi karena terindentifikasi politik SARA. Demokrat terus menyarankan Prabowo untuk mencari kandidat lain yang bisa mendorong suara pada Pilpres 2019. 

"Pak Prabowo keras kepala dan meninggalkan Demokrat. Kini terbukti," ia menambahkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM07 Juni 2019 | 22:15:52

    Nasi sdh menjadi bubur, tinggal diambil hikmahnya aja.

Back to Top