Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Tak Bisa Diselesaikan dengan Maaf

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menegaskan proses hukum empat tersangka yang berencana membunuh empat pejabat tidak bisa diselesaikan hanya dengan memaafkan. Proses hukum tengah berjalan.

"Hukum itu ada aturan-aturan sendiri. Justru kalau kita memaafkan, terus selesai, malah justru melanggar hukum," kata Wiranto di rumah dinasnya, Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Wiranto menambahkan, hukum harus berjalan dengan adil. Menurutnya, kasus ini tidak ada kaitannya dengan tendensi politik maupun kebencian. Salah satu tokoh yang masuk daftar bunuh tersebut, kabarnya, adalah Wiranto.

Ia menegaskan, siapapun yang melanggar hukum harus mendapatkan sanksi hukum. "Jangan dicampuri dengan masalah-masalah lain. Sekarang sedang berjalan kok. Biar aja, kalau pun ada keringanan misalnya mentok, itu diskresi dari aparat penegak hukum, silakan saja, tidak ada masalah," Wiranto menandaskan.

Sebelumnya Kadiv Humas Mabes Irjen Muhammad Iqbal menyebut ada enam tersangka dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional tersebut. Keenamnya adalah HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.

Iqbal menyebut mereka sudah mensurvei 'target' pembunuhan. Para tersangka, ia menambahkan, adalah orang yang sudah berpengalaman.

Menurut Iqbal, HK dan TJ diduga menerima uang dari seseorang untuk membunuh empat tokoh nasional. Namun Iqbal tidak menyebut identitas 'seseorang' tersebut.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian juga mengungkap nama tokoh nasional yang diancam akan dibunuh oleh kelompok perusuh 21-22 Mei.

"(Dari) pemeriksaan resmi, mereka menyampaikan nama Pak Wiranto, Pak Luhut Menko Maritim, ketiga itu Pak Kepala BIN, keempat Gories Mere," kata Tito dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, 28 Mei lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. de'fara @shahiaFM05 Juni 2019 | 20:59:52

    Ancaman yg sangat bahaya, tidak main2x, harus diselesaikan secara hukum.

    Hukum seberat2xnya.

  2. Arif K Wibisono @arifkwibisono05 Juni 2019 | 20:39:49

    Kslau.kejahatan pidana, ya harus diselesaikan decara hukum. Apalagi mau membunuh.

Back to Top